Selasa, 20 November 2018

Review buku "Great Influencer"

Review Buku “Great Influencer” karya Cahyo Satria Wijaya Merupakan sebuah buku yang membahas tentang Seni Komunikasi Efektif yang mengubah Kita menjadi Pribadi yang berpengaruh. Buku Ini diterbitkan oleh Bright Publisher, buku Great Influencer ini Terbagi menjadi 3 bagian (masih dalam satu buku yaa). Bagian kesatu disini membahas “Kepribadian Manusia” Bagian kedua nya membahas mengenai seni memengaruhi orang lain, dan bagian ketiga Menggapai keberhasilan berkomunikasi. Manusia merupakan mahluk social yang tidak dapat hidup sendirian, kita pasti akan hidup berdampingan satu dengan yang lainnya. Makanya kita selaku mahluk social memerlukan ilmu dan bekal untuk berinteraksi dengan sesama, agar interaksi yang tercipta menjadi interaksi yang berarti dan bermakna baik. Kita pun perlu mengenal kepribadian manusia dalam garis besarnya : Kepribadian Sanguinis secara umum kepribadian ini Nampak ramah, berorientasi pada hbungan, emosional, jenaka. Seringkali kepribadian ini membuat banyak orang iri karena ia mudah berbaur, namun ia memiliki beberapa kekurangan yaitu pelupa, cenderung berpkir pendek, sulit konsentrasi & tidak teratur. Lalu ada kepribadian Melankonis banyak dihormati oleh mereka yang memiliki pemikiran kurang luas, pada titik tertentu orang dengan kepribadian melankonis dapat menyebabkan kemurungan dan menekan perasaan. Namun tidak dipungkiri bergaul dengan orang berkepribadian melankonis cenderung membosankan. Orang melankonis tidak mudah percaya (bicara dengan nya harus menggunakan Data & fakta). Kemudian ada kepribadian Koleris, sangat mahir dalam urusan mengorganisasi banyak orang karena sifat tegasnya. Umumnya kepribadian koleris ini menginginkan kekuasaan & Kontrol. Meski begitu pengaruh yang ia miliki memang kuat (penuh energi). Terakhir kepribadian Plegmatis (yang damai), Kepribadian ini bertolak belakang dengan kepribadian Sanguinis. Kepribadian Plegmatis ini pecinta damai, pribadi yang tenang, calm, ciri utamanya kurang mempunyai sikap dalam mengambil keputusan. Kemudian mari kita sedikit ulas mengenai konsep Strategi memengaruhi orang lain, setelah kita mengenali kepribadian manusia kini saatnya kita mngetahui seni untuk memengaruhi oranglain. Metode IBQ (Influence Behaivior Questionaire) Yang dikembangkan oleh peneliti Gary Yulk (1992), metode ini memformulasikan 9 strategi & teknik memengaruhi orang lain (Rational Persuasion, Inspiration Appeals Tactics, Consultation Tactics, Ingratiation Tactics, Personal Appeals Tactics, Exchange Tactics, Coalition Tactics, Pressure Tactics, Legitimizing Tactic), bangunlah komunikasi yang efektif. Perhatikan kontak mata, ekspresi wajah, postur tubuh, selera berpakaian, hadirkan respek, tanam rasa empati dalam diri, jadilah pendengar atau jadilah yang didengar (tempatkan diri pada posisi yang tepat), berilah pesan yang dimengerti, jadilah pribadi yang Humble. Ketika sedang berbicara dengan oranglain hargailah orang yang sedang berbicara, dengarkan dengan saksama, jangan memotong pembicaraan. Bicaralah sesuai dengan situasi dan kondisi (sesuaikan tatanan Bahasa yang digunakan), ciptakan keselarasan dalam berkomunikasi (hidari pembicaraan yang menegang), dengarkan dengan penuh antusias, pastikan pembicaan teratur dan tidak melompat-lompat. Jangan lupa untuk selalu positif thinking dalam menanggapi pola piker lawan bicara, jangan lupa untuk percaya diri (terhadap apa yang sedang diicarakan), sesuaikan dengan situasi (pembicaan jangan sampai menyinggung teman bicara), jangan berbohong (karena gestur tubuh natural akan menampakkan perbedaan saat kita coba berbohong). Dalam seni memengaruhi oranglain, buatlah kesan pertama yang begitu berkesan. Pertemuan pertama biasanya akan menjadikan tolak ukur, maka jangan sia-siakan pertemuan pertama ya. Kunci menimbulkan kesan pertama yang berkesan (tersenyumlah dengan tulus, percaya diri, lakukan kontak mata, berpakaian yang pantas & wajar). Albert Mehrabian Dalam Ranjit Signh M (Enbancing Personal Quality, 2004) mengungkapkan bahwa sebanyak 55% pemahaman komunikasi tatap muka ditunjukkan oleh Bahasa tubuh, 33% oleh nada suara & sisanya 7% oleh ucapan kata-kata. “orang yang berhadapan dengan anda tentunya memiliki perasaan yang harus anda ketahui, agar anda dapat bersikap lebih meyakinkan & dapat menghormatinya dengan baik” (Jhon F. Kennedy) seperti pepatah sederhana “jangan mencubit orang lain, jika anda dicubit masih merasa sakit”. Orang terdahulu berupaya untuk tidak menyakiti orang lain. Kemudian Berbicalah dengan pembicaraan yang menarik seperti kata Dale Carneige “ada 4 cara & hanya 4 cara kita berkomunikasi dengan dunia. Kita dievaluasi dan diajarkan oleh empat cara berkomunikasi ini : apa yang kita lakukan, bagaimana kita melihat, apa yang kita katakan & bagaimana kita mengatakannya.” Bagian ketiganya adalah, menggapai keberhasilan dalam berkomunikasi. Ada 9 langkah yang berhubungan dengan orang lain. Jangan pernah meremehkan orang lain, miliki pola pikir & selalu membuat perbedaan, memprakarsai gerakan kearah mereka, temukanlah landasan yang sama, mengenali & menghargai kepribadian orang yan berbeda-beda, temukanlah kunci bagi kehidupan orang lain, berkomunikasilah dengan hati, menjalani pengalaman secara bersama, jika hubungan sudah terjalin maka jagalah dengan baik. Memanfaatkan kecerdasan emosional dalam berelasi juga sangat memberi manfaat. Sekiranya sedikit review yang saya buat ini dapat bermanfaat dan membuat sobat penasaran untuk segera membaca buku nya secara langsung yaaa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Si pink face wash Duplair

Hello sobat, kali ini saya mau cerita sedikit tentang Duplair Face wash (produk dari mana ya?) Duplair luxury skincare cosmetic ini beras...