Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

KEKASIH

Kekasih, Tahukah engkau? Cinta bukan hanya soal suka, bukan hanya soal sayang. Cinta merupakan kumpulan dari partikel-partikel perasaan positif yang membuat seseorang menjadi lebih penuh peduli, lebih sabar menanti, lebih sabar dalam segala kondisi, lebih bisa menerima ia dengan segala kekurangannya. Lebih bisa saling melengkapi, lebih bisa saling mengasihi dengan penuh ketulusan. Jangan bilang cinta, jika kau masih sering mengeluhkan kurangnya. Jangan bilang sayang, jika kau belum mampu untuk tidak pamrih terhadapnya. Cinta hakikatnya suci, penuh dengan partikel positif yang seharusnya membawa kita kearah yang lebih baik. Cinta bukan hanya soal dua insan, cinta pun sangat diperlukan dalam setiap aspek kehidupan. Bahkan dalam beribadah pun, kita harusnya mencintai Sang Khalik. Sehingga ibadah yang dijalankan akan terasa ber "ruh" akan terasa nyata, dan memberikan dampak positif bagi perilaku kita sebagai seorang Hamba.  Cinta juga diperlukan oleh kita semua dalam menja...

RINDU bekerja

Taukah engkau bagaimana rindu ini menjelma? Bahkan hujan saja tidak dapat menghentikan derasnya kerinduan. Dan yang paling membingungkan ketika engkau merindukkan orang yang entah dimana, entah hatinya untuk siapa. Bukan itu yang kau khawatirkan, yang kau khawatirkan ketika rindu mu tak kunjung reda bukan? Yaaa.. rindu yang kian tak reda membuatmu semakin bingung, semakin menumbuhkan penantian tanpa alasan-alasan logis. Yang jelas, dimata itu engkau telah temukan sejuk, damai dan cinta yang tulus. Dia tidak tergantikan, karena dia sosok yang mampu menerima segala kekuranganmu.. menganggap mu sangat sempurna, dan memberimu senyum tulus yang tidak pernah menggoreskan luka, kalimat penyemangat dan tatapan lekat yang erat..membuatmu merasa "kau berarti" Akankah sang waktu membalas rindu dengan sepadan? Dengan hadirmu kembali? Atau dengan pencarianmu dan penemuanmu ke sisi ku lagi? Pernahkah kau merasakan "kerinduan" yang tidak pernah padam dari tahun ke tahu...

Embun Pagi

Sepagi ini angin bertiup kencang, membuat daun-daun riang bergoyang-goyang.. Meneteskan titik-titik air Sang embun, jatuh teratur. Tetesan demi tetesan terus berjatuhan Wahai embun, dari mana kau belajar jatuh dari tempat mu (sang daun) Kau terjatuh dengan cukup tenang, tanpa rasa khawatir. Apa bisa aku yang memiliki banyak ketakutan ini Mudah menjatuhkan sebuah pilihan? Kau tahu? Tidak ada yang lebih beresiko selain dari pada memilih dan memutuskan. Saat kau memilih, hal itu bak sebuah komitmen Saat kau memutuskan, kau pun akan memegang sebuah konsistensi akan sesuatu hal. Hey embun pagi? Tak takut kan engkau? Pada cahaya mentari yang mampu menyerap habis butiran indah mu? Kau embun pagi, dengan titik-titik kecil namun Berani mu menghadapi segala resiko adalah sangat Patut diacungi jempol.. Kau sederhana, tapu kau menjalankan peran mu dengan penuh ke ikhlasan Indah mu semakin mempesona dengan perangai mu..