Jumat, 30 Juni 2017

Ulasan sederhana dari karya maha luar biasa (Lapis Lapis Keberkahan Karya Salim A Fillah)

Selamat siang menjelang sore sobat,
Sobat kali ini Lala ingin sedikit berbagi sedikit kisah yang diambil dari buku Salim  Fillah  (Lapis  Lapis  keberkahan ), sebenernya ini buku lama yang pengen diceritakan secara singkat dari beberapa bulan kebelakang.. hanya yaaa begitulah belum terlalu pede..hhhee
Yukkk disimak, jika masih banyak yang kurang mohon dimaklumi ya... :)

Buku Lapis Lapis Keberkahan karya Salim A Fillah berisi 157 Halaman, dengan ukuran 15 cm x 24 cm diterbitkan oleh Pro U Media, dan masih bisa dibeli ditoko-toko buku terdekat.
Didalam bukunya beliau memaparkan bahwasanya bahagia merupakan kalimat yang paling menyihir dalam kehidupan kita (manusia)
 Jiwa merinduinya, akal mengharapinya. Raga mengejarnya. Tapi kebahagiaan adalah goda yang tega. Ia bayangan yang melipir jika difikir, lari jika dicari, tak tentu jika diburu, melesat jika ditangkap, menghilang jika dihadang. Di nanar mata yang tak menjumpa bahagia, insan lain tampak lebih cerah. Di denging telinga yang tak menyimak bahagia; insan lain terdengar lebih ceria. Di gerisik hati yang tak merasa bahagia, insan lain berkilau bercahaya.

Buku ini disusun dengan keinsyafan kecil, bahwa jika bahagia dijadikan tujuan, kita akan luput menikmatinya sepanjang perjalanan. Bahwa jika bahagia dijadikan cita, kita akan kehilangan ia sebagai rasa. Bahwa jika bahagia djadikan tugas jiwa, kita akan melalaikan kewajiban sebagai hamba. Bahwa jika bahagia dijadikan tema besar kehidupan, kita bisa kehilangan ia setelah kematian.

Bahagia adalah kata yang tak cukup untuk mewakili segenap kebaikan. Maka buku ini diberi tajuk Lapis-Lapis Keberkahan. Hidup kita umpama buah beraneka aroma, bentuk, warna, serta rasa, yang diiris-iris dan ditumpuk berlapis-lapis. Tiap irisan itu, punya wangi maupun anyirnya, lembut atau kasarnya, manis serta pahitnya, masam juga asinnya. Tapi kepastian dari-Nya dalam segala yang terindra itu ialah; ada gizi yang bermanfaat bagi ruh, akal, dan jasad kita.

Ialah lapis-lapis keberkahan. Mungkin bukan nikmat atau musibahnya, tapi syukur dan sabarnya. Bukan kaya atau miskinnya, tapi shadaqah dan doanya. Bukan sakit atau sehatnya, tapi dzikir dan tafakkurnya. Bukan sedikit atau banyaknya, tapi ridha dan qana`ahnya. Bukan tinggi atau rendahnya, tapi tazkiyah dan tawadhuínya. Bukan kuat atau lemahnya, tapi adab dan akhlaqnya. Bukan sempit atau lapangnya, tapi zuhud dan wara`nya. Bukan sukar atau mudahnya, tapi íamal dan jihadnya. Bukan berat atau ringannya, tapi ikhlas dan tawakkalnya.

Memburu berkah amatlah berat, namun didalamnya ada banyak nikmat.

Biarlah bahagia menjadi makmum bagi Islam, iman, dan ihsan kita; membuntutinya hingga ke surga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Si pink face wash Duplair

Hello sobat, kali ini saya mau cerita sedikit tentang Duplair Face wash (produk dari mana ya?) Duplair luxury skincare cosmetic ini beras...